Pagi dan Ikhwal yang Orang-Orang Pikirkan

Ilustrasi dari mariasspace.com

Apa yang pertama kali Anda pikirkan kala pagi hari? Kerjaan? Kenangan? Mantan atau gebetan? Atau, barangkali kudapan tertentu? Random sih. Terlalu beragam saya kira. 

Kebanyakan pagi saya, misalnya, diawali dengan mengecek jam. Terutama kala saya terbangun bukan karena deringan alarm. Apalagi, jika saya terbangun karena cahaya yang terlalu melimpah menimpa wajah saya melalui jendela di kamar. Sudah dapat dipastikan, saya tentu berburu dengan waktu.

Sesekali malah kaki  saya tak sengaja bertubrukan dengan pintu kamar mandi. Dan terlampau sering jatuh, karena lupa melepaskan sarung atau selimut yang masih menempel di badan. Kalau sudah begini, saya hanya mampu merapalkan kalimat, "I am not a morning person". Asem betul.

Tak sekali dua, saya mengawali hari dengan memikirkan runtutan hal yang akan saya lakukan. Juga pada barang yang saya butuhkan di hari itu. Usaha memikirkan ini, saya lakukan terutama jika malamnya saya terlelap tertidur tanpa sempat memasukkan barang-barang kebutuhan kerja di ransel saya. Atau, karena kecapean, padahal keesokan harinya saya mesti melakukan beberapa kerjaan atau menyelesaikan urusan tertentu.

Sekadar memeriksa kelengkapan isi tas kerja, adalah penting. Meski barang bawaanya tidak banyak. Tetapi lupa membawa charger, baik untuk laptop maupun bagi handphone. Khilaf tak memboyong dompet yang berisi SIM dan STNK. Atau hanya sebatas abai memasukkan tas berisi alat tulis-menulis, atau botol air minuman, bahkan gawai. Adalah hal yang lumayan bikin berantakan siang hari saya. 

Perihal lupa mengikutkan dompet ke dalam ransel, misalnya. Sekiranya sudah tiga kali terjadi. Dua kali terjadi bahkan saat ada pemeriksaan dadakan dari polisi. Saya sungguh beruntung, pada dua kali abai membawa dompet itu, polisi yang sedang bertugas tak menghentikan motor yang saya kendarai. Saya pun belum menyadari dompet yang tertinggal itu. Kelak, setelah sampai di tempat kerja. Saat akan berbelanja di kantin, barulah saya sadar dimana keberadaan dompet saya.  Ya rabb....

Syahdan, apa yang saya pikirkan bisa saja berubah-ubah. Saat saya sedang kurang enak badan, misalnya, pagi saya awali dengan memikirkan mama. 

Biasanya, saat saya sedang sakit. Pagi saya dimulai dengan mendengar pertanyaan mama terkait ada tidaknya perkembangan kesehatan saya. Itu pun masih diikuti dengan gerakan meraba kening, untuk memastikan badan saya masih demam atau tidak. Atau menatap wajah saya, sekadar mengecek apa masih pucat atau tak.

Oh iya, kala saya patah hari enam tahun lalu. Setiap pagi saya awali hanya dengan memikirkannya. Yah, mau bagaimana lagi, saya betul-betul jatuh cinta saat itu. Dan, benar-benar patah hati. Warbiyasah.

Pada beragam hal yang saya pikirkan itu. Menjadi menarik bagi saya untuk mengetahui apa yang orang lain pikirkan juga. Misalnya, saat saya patah hati. Apakah orang-orang juga memikirkan kekasih mereka saat pagi hari? Mengalami hal yang serupakah? Atau, adakah kecenderungan mengingat orang-orang terkasih bahkan pasangan, karena sedang sakit, misalnya, atau mungkin karena dirundung sebuah masalah, atau bisa saya karena terlampau bahagia.  

Atau, adakah pengaruhnya apa yang seseorang lakukan kala malam hari dengan yang dipikirkannya saat pagi hari? Mungkinkah rutinitas yang dijalaninya juga turut andil memengaruhi yang dipirkannya saat menyapa pagi?

Apakah gawai juga menjadi barang yang menyita perhatian manusia di saat dia terbangun? Ini menarik bagi saya. Sebab, akhir-akhir ini, karena sebuah aplikasi kesehatan, setiap pagi saya awali dengan mencari posisi gawai, kemudian mengisi durasi tidur saya di aplikasi tersebut. 

Nah, sebuah hasil penelitian yang dimuat di beritasatu.com maupun di brilio.net menyebutkan, bahwa di kalangan masyarakat modern, kebanyakan dari mereka memikirkan gawainya saat bangun tidur. Sebagai akibat dari ketergantungan mereka terhadap alat komunikasi dan media sosial.

Penelitian yang berfokus untuk mencari tahu sikap dan tren penggunaan gawai di kalangan orang dewasa di Amerika Serikat ini. Mengemukakan hasil temuannya, sebanyak 35% responden mengakui gawai adalah hal pertama yang ada di pikiran sewaktu bangun pagi.

Selebihnya diikuti oleh 17% responden yang memikirkan kopi, 13% malah memikirkan sikat gigi, dan hanya 10% yang langsung mengingat pasangannya. Sisanya, para responden memikirkan pengendali televisi dan jubah mandi.

Selain mencari tahu apa hal yang dipikirkan kebanyakan orang dewasa Amerika. Penelitian yang dilakukan oleh Braun Research Center bekerjasa dengan Bank of America ini, juga bertujuan mencari tahu apa yang para responden lakukan sebelum tidur. Semacam mencari keterkaitan atau adakah keterkaitannya antara apa yang kali pertama dipikirkan dengan apa yang terakhir kali kita pikirkan atau lakukan sebelum tertidur.

Dari penelitian ini ditemukan sekitar 54% mengaku menggunakan gawainya sepanjang hari, 36% mengaku kerap mengecek ponselnya, dan 23% responden mengaku sering tertidur sembari menggengam gawainya. 

Lantas, bagaimana dengan apa yang dipikirkan oleh masyarakat Indonesia ketika bangun? Mmm, terlepas dari suasana perpolitikan yang masih hangat ini. Sepertinya, untuk mengetahui isi pikiran orang-orang saat pagi hari, mesti membagi ke dalam beberapa kategori. Sebab, apa yang dilakukan generasi milenial sudah pasti berbeda dengan  yang dijadikan gaya hidup oleh para generasi Z. Belum lagi bagi generasi X. 

Singkatnya, generasi Z yang lahir dalam tahun-tahun dimana gawai sudah menjadi bagian dari hidupnya. Tentu sangat berbeda dengan saya atau Anda yang melewati tahun dimana melihat orang memiliki telepon genggam adalah sebuah kemewahan. Atau para generasi X yang bahkan bisa jadi beberapa di antaranya malah gagap teknologi, bukan?

You Might Also Like

0 komentar