Ditinggal Saat Lagi Sayang-Sayangnya

Sumber gambar

Melalui Selasa berasa Senin, disambut kerjaan menumpuk, atau mungkin ditagih janji  temu padahal jalanan masih memadat. Mungkin dialami beberapa orang. Seorang kawan malah memulai harinya dengan melakukan perjalanan dinas menyeberang pulau.

Selain dari perkara kerjaan menumpuk, saya tak mengalami hal terakhir, janji temu saat jalanan lagi ramai-ramainya. Hari saya sempat diisi oleh rasa dongkol dan kesal. Lapar tak seperti biasanya. Selebihnya, yah dibawa senang saja.

Kekesalan saya nyatanya mulai menguap saat melihat sebuah gambar milik Ahok. Yah, Ahok, Gubernur yang mengisi hari-hari  baik di dunia maya, ruang diskusi, bahkan grup whatsapp, beberapa bulan terakhir ini. 

Sejak hasil quick count keluar, sampai real count selesai. Hal menarik yang saya temui adalah karangan bunga yang dikirimkan orang-orang kepada Ahok. Dari beberapa karangan bunga ini, apa yang hari ini saya lihat, adalah sesuatu yang menggelitik. 

Bagaimana tidak, di karangan bunga itu tertera rentetan kalimat seperti ini, "Terima kasih pak Ahok - Djarot atas peluh keringat yang tercurah buat Jakarta. Dari kami yang patah hati ditinggal saat lagi sayang-sayangnya."

(((Lagi sayang-sayangnya))), adalah satu dari sekian kalimat yang tak pernah saya bayangkan untuk digunakan pada sebuah karangan bunga, lantas kemudian diberikan kepada Ahok. Atau mungkin dihadiahkan dari masyarakat kepada pemerintah. Sungguh, barisan patah hati ini menggemaskan.

Apa? Alay? Ahh, kamu mungkin belum pernah jatuh cinta. Atau jika sekiranya pernah, tapi kalian bisa saja tak pernah berada di posisi 'ditinggal pas lagi sayang-sayangnya'. Ditinggal pas lagi sayang-sayangnya itu saya alami saat Mojok kukut, juga saat ditinggal kamu, iya kamu. 

Pengalaman ini, mungkin juga dialami oleh penggemar band Banda Neira. Yah, mereka juga ditinggal - Banda Neira bubar - pas lagi sayang pakai bangeD.

(((Ditinggal pas lagi sayang-sayangnya))) rasanya itu tidak enak. Makan lebih sering alpa, tidur gemarnya singkat saja, bawaannya mewek, ingatnya kamu melulu. Nelangsa memang....

Jika bagi Pramoedya, hidup itu sederhana, yang rumit adalah tafsiran-tafisarnnya. Maka, bagi kami barisan patah hati, sayang itu sederhana. Yang rumit, yah saat kamu ditinggal itu....

You Might Also Like

0 komentar