Terima Kasih Buat Ibumu

Seorang ibu bersama anaknya berkreasi di dapur.
Sumber gambar : ayikngalah.wordpress.com

Ahh, kenapa masakan ibu-ibu, sejauh yang saya temui, selalu saja enak? Tak salah jika sekiranya ada beberapa orang beranggapan bahwa masakan yang paling enak di dunia ini, yah masakan yang lahir dari tangan ibu. Saya curiga para ibu di dunia ini memiliki resep rahasia bagi setiap masakannya yang melebihi kemampuan dari para chef handal. Itu cinta.

Ibu? Saya menyebut ibu saya dengan sapaan mama. Ini dipadankan dengan sebutan bapak kepada ayah saya. Mama dan bapak. Mama saya juga bisa memasak, dan hidangannya enak. Untuk perkara masakan andalan mama, nasi goreng dan sambal adalah olahan yang sampai sekarang pun belum mampu saya gapai taraf kelezatannya, teksturnya, dan kesempurnaan bumbunya. 

Padahal, acapkali saya merindukan mama, saya mencoba menghadirkan beliau dalam hidangan handalnya. Nasi goreng, sup tahu, tumis asam manis kecapnya, sambal yang dihidangkan dengan ikan kering dan nasi yang masih panas, dan gado-gadonya. Sayangnya, dari sekian upaya saya, sudah terlalu sering saya gagal ketimbang berhasil.

Saya sempat penasaran, apakah benar ketidaksuksekan saya dalam menghadirkan mama dibatasi karena keawaman saya dalam perihal masak-memasak. Maka saya pun mengunjungi saudara mama untuk menelusuri resep rahasia masakan mama, seandainya ada. Tante-tante saya ini memberikan saya resep serupa dengan apa yang pernah mama ajarkan.

Aih, saya lantas curiga dengan teknik memasaknya. Apa mungkin ada tahapan yang saya lompati? Tante-tante saya menjelaskan, bahwa saya telah melaui semua proses yang lazim dilakukan mama dan mereka saat memasak.

Hmm, jadi begini. Setelah resepnya sudah sesuai, takaran bumbunya juga telah diklarifikasi, proses masak, mulai dari pemilihan bahan mentah sampai tiba di wajan atau panci pun telah mengikuti prosedur yang ada. Dan, masakan buatan saya ketika sampai di lidah rasanya seperti masih ada yang kurang. Selanjutnya saya hanya bisa pasrah saja. 

Upaya mengobati rindu saya yang lain, cara ini progres keberhasilannya lebih besar, adalah dengan menikmati masakan olahan ibuny teman-teman saya.

Maka, pada setiap hari raya, entah 1 Syawal maupun Iduladha, selalu saja saya bersuka cita. Sebab, ini adalah masa dimana orang-orang terdekat saya meminjamkam perempuan terkasihnya, ibu mereka, kepada saya yang bertransformasi dalam setiap hidangan yang tak sekadar nikmat dan mengenyangkan, tetapi juga dirindukan dan tersisip cinta.

Selamat Iduladha teman
Terima kasih sudah meminjamkan saya ibu kalian.
Tabik.







You Might Also Like

0 komentar