Perjalanan Telinga


Te - li - nga
Saya selalu mengawali hari dengan bantuanmu, telinga
Dahulu, semasa mama dan bapak masih serumah dengan saya, bangun pagi saya dimulai dengan gedoran pintu mama setiap subuh
Mama tahu, kamu pun tahu, saya begitu susah menyapa subuh
Sekarang, tak berubah, saya dan subuh belum menjadi teman baik
Kamu pun tetap selalu membantuku, membangunkanku, meski lebih banyak subuh yang terlewati, sebab gedoran pintu mama sudah berganti dengan alarm di handphone-ku
Alarm yang bisa sesuka hati saya matikan, saya kendalikan dan tak pernah memberontak

Lalu, setelah berbasahan di kamar mandi dan berganti pakaian
Maka perjalananmu memasuki tahapan selanjutnya
Itu semua dimulai sejak pintu rumah saya buka
Satu per satu suara sapaan tetangga akan memenuhimu
Mungkin kamu akan bosan dengan sapaan itu
Tetapi saya butuh ditegur, sebab kami adalah makhluk sosial
Dalam bahasa kami, ini adalah salah satu bentuk silaturrahim yang tak hanya melibatkanmu, tetapi juga teman-temanmu semacam mulut yang bertugas membalas sapaan itu, tangan yang biasa tetapi tak sering digunakan untuk saling bersalaman, dan juga mata untuk menunjukkan sikap penghormatan

Semua itu berlanjut saat saya dan kamu berada di perjalanan
Di kota saya, orang-orang memiliki hobi yang menjengkelkan
Mentari belum sempurna merangkak, jalanan sudah ramai dengan perang klason
Saya dan kamu selalu menemukan adegan ini di persimpangan jalan bukan?
Orang-orang itu berebut hak di jalanan
Mengedepankan kebutuhan masing-masing
Mereka sungguh takut kehilangan waktu
Saya dan kamu selalu membenci aktivitas pagi itu
Bunyi klakson selalu mengagetkanku dan membuatmu sesak bukan?

Selepas itu, saya dan kamu akan berpetualang di kantorku
Gedung-gedung di kantorku punya banyak penghasil suara, ada banyak orang yang tak pernah bosan bercakap, puluhan speaker yang tak pernah ditahu kapan akan menghasilkan bunyi, handphone yang berdering silih berganti, dan bel

Kemudian, sepulang kantor, macet, saya dan kamu akan mengalami lagi pertikaian manusia yang melibatkan klakson, meski sesekali juga menimpali pengendara lain dengan teriakan atau makian tertentu
Saya kesal dibuatnya dan kamu berupaya kebal dengan bunyi-bunyian itu

Tiba di rumah adalah hal yang sangat berharga
Saya dan kamu begitu menyukainya, sebab di dalam rumah, saya dan kamu bisa dengan kendali penuh mengatur kapan kita mau mendengar dan kapan memilih keheningan

You Might Also Like

0 komentar