Nightmare (?)


Katamu: "Aku tipe orang yang sukar untuk jatuh cinta, tetapi teramat mudah melupakan kisah dengan mantan."
Saya percaya

Katamu: "Tak perlulah engkau atau orang lain buang energi untuk beberapa jenis orang. Manusia yang sedang dilanda kasmaran salah satunya."
Saya tahu itu, orang-orang yang dalam buaian kasih mendadak menjadi manusia batu, tembok
Mereka menjadi begitu keras kepala
Hanya kepada kekasihnyalah diperuntukkan kepatuhan dan memperoleh kebenaran
"Tetapi aku tak menjadi batu yang begitu keras kepala," protesmu
Saya tahu, tidak semua pecinta begitu
Hanya sebagian besar saja tentu

Katamu: "Emosi seorang pria, apalagi saat mereka masih muda dan hijau akan menentukan takdirnya."
Saya kurang sepakat
"Perempuan pun demikian," sanggahku
"Tetapi lelaki menggenggam kehidupan perempuan. Setidaknya pria memiliki kehidupan pasangannya dan atau anak-anaknya. Maka takdir lelaki sungguh besar memengaruhi jalan hidup perempuannya," paparmu
Saya tetap saja tidak sepakat
"Anak-anak bukanlah milik lelaki sebagai ayahnya. Tak pula dipunyai oleh ibunya. Bahkan tidak untuk keduanya. Mereka kepunyaan kehidupan yang dalam prosesnya dilahirkan melalui rahim seorang ibu. Dididik oleh seorang ayah," bantahku
Kamu diam, tak setuju
"Dan lelaki dengan perempuan tak saling memiliki. Mereka hanya sedang sepakat untuk berada pada sebuah hubungan. Menyepakati dan berkomitmen untuk saling berbagi dan berjanji untuk bahagia. Jika ada pihak yang melanggarnya. Lahirlah orang-orang yang memutuskan untuk mengakhiri hubungan itu. Kembali dalam kesendirian. Ada pula memilih menjadi pribadi-pribadi dengan kadar pengertian dan memaafkan di atas rata-rata," jelasku
Kamu masih diam, masih saja kurang setuju

Katamu: "Lalu untuk apa kita saling cinta?"
"Saya perempuan, engkau lelaki. Kita makhluk sosial. Manusia perlu berkembang biak," Jawabku
Kamu diam, membisu
Saya diam lalu terbangun dari mimpi itu

You Might Also Like

0 komentar