Aku Bisa Apa


#1
Makassarku basah
Media sosialku berisik, penghuninya terus-menerus celoteh
Motorku kotor sejadi-jadinya
Ponakanku pada mandi hujan
Lantai dua rumahku bocor
Semuanya kala hujan mengguyur


Makassarku basah
Aku pulang kerja lebih larut
Badanku apek dan kakiku letih
Aku tak sempat menyeruput kopi
Tak mungkin pula menikmati sepotong senja dalam keadaan begini
Padahal beberapa temanku merayuku melalui malam
Aku tolak mereka
Sebab aku rindu dipeluk selimut dan dininabobokan bantal
Semuanya terjadi pada Sabtu pekan kemarin

#2
Kamu
Apakah kamu suka hujan sepertiku?
Apakah Sabtu pekan kemarin engkau nikmati, tidak sepertiku?

Kamu
Jangan seperti hujan di kotaku
Ngakunya hujan
Orang bersuka cita
Padahal cuma rinai
Mesti lebih dari enam puluh menit
Hingga cukup untuk membersihkan atap seng yang penuh debu
Lalu lenyap
Bahkan hingga Rabu siang ini tak juga tampak
Orang-orang lantas serasa di-php dengan kondisi cuaca kali ini

Kamu
Jangan seperti Sabtu pekan kemarinku
Seharian penuh menyekapku
Menghisap energiku
Memakan potongan-potongan usiaku dalam perjalanan pulangku
Merenggut tidur nyenyakku
Menyeret-nyeret Ahad pagi dengan terburu-buru
Padahal aku belum usai dicumbu malam

#3
Aku?
Kalau kamu tetap juga keras kepala berakting sebagai hujan dan Sabtu pekan kemarin
Aku bisa apa?

Aku
Ahh, baru aku ingat
Apapun tentang kamu atau aku
Kamu itu hanya teman kencan imajinerku
Lalu
Aku bisa apa?

You Might Also Like

0 komentar