Closing Program, Praktik Cerdas Tetap Berlanjut

Makassar - Program Kinerja USAID telah berlangsung dari Maret 2011 sampai Desember 2014 serta mengalami periode perpanjangan program pada Januari hingga Juni 2015 ini. Telah memasuki masa akhirnya. Akan tetapi, berbagai pihak tetap mengharapkan agar praktik cerdas yang telah dilaksanakan selama ini mesti tetap dilanjutkan. 

"Kegiatan yang dilakukan hari ini (workshop closing program) sesungguhnya bukan closing program. Tetapi bagaimana proses yang telah berlangsung ini, meliputi praktik-praktik cerdas agar tetap dilanjutkan di kabupaten/kota yang sudah ada," ujar Koordinator Provinsi Sulawesi Selatan Kinerja USAID, H. Ahmar Djalil saat ditemui pada Workshop Closing Program USAID Kinerja Provinsi Sulawesi Selatan yang dilaksanakan oleh Kinerja USAID di hotel Quality Makassar pada hari Jum'at (26/06).

Ahmar berharap agar kiranya daerah-daerah dampingannya tidak berhenti melakukan inovasi dalam tata kelola peningkatan pelayanan publik.

Selama masa programnya, Kinerja USAID telah melahirkan beberapa inovasi pada 5 daerah dampingannya di Sulawesi Selatan, meliputi Makassar, Barru, Luwu, Bulukumba, dan Luwu Utara. Juga tambahan 3 daerah replikasi. Dimana fokus kerja meliputi pada sektor pendidikan, kesehatan, dan penciptaan iklim usaha yang baik.

Kinerja USAID dalam pelaksanaan programnya senantiasa melibatkan berbagai pihak. Mulai dari para mitra pelaksana seperti JURnal Celebes, Yayasan Adil Sejahtera (YAS), dan KOPEL. Terutama dengan menggandeng dari sisi penyedia layanan, yakni Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Disamping juga melibatkan peran aktif pengguna layanan seperti Multistakeholder Forum (MSF). Bersama-sama mendorong lahirnya praktik cerdas yang tepat.

Lebih lanjut, Ahmar menegaskan tentang komitmen dan kepedulian USAID untuk provinsi Sulawesi Selatan. "USAID tetap akan concern untuk memberikan pendampingan di Sulawesi Selatan dalam bentuk program yang berbeda. Tetapi pendekatan yang telah dilakukan Kinerja selama ini, tentunya akan dijadikan referensi untuk replikasi program-program pada 5 tahun ke depan," papar Ahmar.

Lahirnya Perwali ASI Eksklusif No. 14 Tahun 2012 dan Perwali Standar Pelayanan Minimum, replikasi pada 20 puskesmas di kota Makassar, program pendistribusian guru mewakili sektor pendidikan, atau terjadinya perbaikan pelayanan publik dan iklim usaha adalah beberapa contoh praktik cerdas yang lahir dari program Kinerja selama 5 tahun ini.

Selanjutnya, menurut Ahmar bahwa bisa jadi area kerja USAID tidak melulu pada sektor yang selama ini ditekuni. Tetapi juga meliputi kerja yang lebih luas.

 Workshop ini dihadiri oleh Dinas Kesehatan kota Makassar, BAPPEDA, para mitra pelaksana seperti JURnal Celebes, Yayasan Adil Sejahtera, dan KOPEL. Semua pihak yang pernah bergabung karena dianggap juga memberikan kontribusi terhadap pencapaian-pencapaian di program Kinerja.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 10.00 WITA sampai 18.00 WITA ini dibagi dalam beberapa sesi. Serta diisi oleh beberapa pemaparan dari para narasumber yang melahirkan berbagai praktik cerdas, mulai dari sisi pengambil kebijakan sampai pada testimoni untuk level grass root.

You Might Also Like

0 komentar