Jangan cintai aku satu pekan ke depan, aku sibuk

Puisinya ku tulis tepat setelah langit memutuskan meluapkan rindunya pada bumi
Dalam rangkulan Bimasakti
Aku?
Cukup menyebarkan rinduku via aroma petrichor
Dalam, tapi itu candu bukan?
Sebab, aku akan sibuk kelak
Karena itu
Jangan cintai aku satu pekan ke depan

Jangan cintai aku satu pekan ke depan, aku sibuk
Sibuk aku, sungguh
Puisi ini ku tulis tepat di hari Minggu
Tidakkah kalian meyinta minggu yang ungu dalam lagu yang menggebu?
Bukan minggu yang sendu bahkan nyaris pilu

Jangan cintai aku satu pekan ke depan
Sebab Senin lebih dahulu menabrakku dengan rentetan tugas yang ku tidur lelapkan saat Sabtu petang berlari-lari menuju malam
Aku dibebas-kerjakan di Minggu
Tidak pula Selasa
Selasa hanya hari sibuk kedua yang tersamarkan karena urutannya bukan pertama
Tapi cita rasa dan sensasinya serupa Senin yang pedas
Rabu?
Si Rabu tahunya mencumbuku dengan beberapa hal yang mendadak berteriak di pikiranku
Mereka sungguh ribut
Tak bisa antri
Bahkan sikap anti sosial-nya menyekapku di kamarku sendiri
Bahkan hanya sekedar menyapa ruangan di sebelah kamar pun aku tak diizinkan
Mereka gaduh
Aduh, aku sesak di Rabu
Sedangkan Kamis tak selamanya disambut pagi yang manis
Kadang gerimis
Lebih sering teriris
Bukankah Kamis adalah hari sibuk untuk melenyapkan gundah akibat jam kerja yang singkat di hari Jum'at?
Satu-satunya hal yang ku sukai di Kamis adalah melaluinya dengan berisik
Jangan Jum'at
Mengapa?
Jum'at hanya membuat kalian berejakulasi dini dan jarang orgasme
Kalian akan diburu dan memburu waktu
Apa sih yang mengenakkan dari ketergesa-gesaan?
Sedangkan Sabtu adalah hari paling menyiksa dan munafik
Katanya Sabtu malam adalah malam yang panjang
Semesta bergembira, katanya
Nyatanya
Sabtu adalah Pemberi Harapan Palsu kelas kakap
Setelah menguras keringat dan ingatanmu di pagi sampai senjanya
Kala malam tiba
Sabtu akan bersembunyi dalam hujan yang deras
Menghilang ditelan macetnya jalan-jalan
Menguap dalam setiap teriakan, amukan, dan cerita para pengunjung mall yang berdesakan itu

Aku sibuk bukan?
Sibuk mencoba menjilati hari-hari itu
Sebab aku sudah tak mampu mengerti dan memahami mereka
Yang ada tiba-tiba saja malam
Atau mendadak cahaya matahari pagi menyerbu kamarku, pandanganku, dan membuyarkan tidur lelapku
Bisa juga si merah senja sudah berkirim surat cintanya padaku, menceritakan perselingkuhannya dengan malam
Maka itu, jangan cintai aku satu pekan ke depan
Takutnya engkau akan patah hati

You Might Also Like

0 komentar