Penguatan Kapasitas Individu dan Kolaborasi PR Buat JW Baru

Peran seorang Jurnalis Warga (JW) dalam menyampaikan realita sosial menjadi sangat penting. Terutama dengan isu-isu berbasis masyarakat guna mendorong proses advokasi. Dimana penguatan individu dan kolaborasi dipandang penting.

“Dalam kegiatan mendampingi Media Spesialis Kinerja USAID, Firmansyah MS. Firmansyah berharap dilakukan penguatan kapasitas individu dan penguatan kolaborasi JW dan Multistakeholder Forum (MSF) dengan media mainstream perlu ditingkatkan lagi. Khususnya bagi JW baru, ” ujar Direktur Jurnal Celebes, Mustam Arif saat ditemui di kantor Jurnal Celebes, Selasa (22 Juli).

Mustam melanjutkan, kenyatannya, selain kendala kemampuan diri yang masih minim. Khusus bagi JW angkatan baru. Para JW juga sering menemukan kesulitan dalam berinteraksi dengan narasumber.

Secara khusus, kegiatan mendampingi ini dilaksanakan guna mengunjungi para JW untuk monitoring dan evaluasi pada masing-masing kabupaten/kota dampingan Kinerja USAID. Juga dirangkaikan dengan pelaksanaan diskusi reguler JW untuk bulan Juli di masing-masing kabupaten/kota.

“Dari kunjungan kami. Ada JW yang meminta dilakukan pelatihan teknik. Namun, berdasar keterbatasan budget. Maka Media Spesialis menganjurkan kerja sama dengan OMP Media, MSF, dan Kinerja Provinsi. Misalnya saja, di kota Makassar yang direncakanan akan melaksanakan pelatihan penguatan JW dan MSF untuk bidang Kesehatan Ibu dan Anak. Sedangkan penguatan teknik dapat dilakukan oleh masing-masing Fasilitator di setiap kabupaten/kota di setiap diskusi reguler,” ungkap Mustam.

Dijelaskan pula, bahwa, sebagian besar para JW meminta untuk dibuatkan ID card. Selain sebagai tanda pengenal, ID card juga digunakan untuk meyakinkan narasumber. Bahwa mereka benar JW dampingan Kinerja USAID.

Kegiatan mendampingi ini berlangsung sejak tanggal 10 sampai17 Juli 2014. Kota Makassar dijadikan starting node dalam kegiatan ini. Selanjutnya, sesuai rencana kemudian menuju kabupaten Barru, Luwu, Luwu Utara, dan berakhir di Bulukumba. 

“Secara umum, pendampingan JW sudah mencapai target-target yang direncanakan. Tetapi masih perlu penguatan terutama pada kapasitas individu bagi JW yang baru. Baik dalam teknik penulisan maupun akses informasi dan sarana informasi,” jelas Mustam.

Dalam kesempatan itu, Mustam juga menyampaikan hal menggembirakan yang ditemuinya selama kegiatan mendampinginya. Adanya kolaborasi JW dan MSF yang sudah terbangun di beberapa daerah. Misalnya kabupaten Luwu Utara, Barru, dan Luwu. Dimana para JW dan MSF melakukan diskusi bersama dan membangun advokasi bersama media mainstream untuk salah satu sektor yang didukung oleh program Kinerja USAID.

Sampai saat ini, Kinerja USAID bekerja sama dengan Jurnal Celebes sudah melatih sekitar 60 orang JW. Pelatihan JW sudah dimulai sejak tahun 2012. Dengan melibatkan banyak orang dengan berbagai profesi untuk ambil bagian menjadi JW.

You Might Also Like

0 komentar