Jelang Pemilu, Jumlah Iklan Imbang


Suasana diskusi Pemantauan Iklan Capres 2014
Bertempat di kantor Jurnal Celebes
Sumber : Pribadi
Makassar - Mendekati pelaksanaan Pemilihan Umum (pemilu), jumlah iklan dari masing-masing pasangan capres-cawapres imbang. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jurnal Celebes, Mustam Arif pada Diskusi Pemantauan Iklan Capres 2014 yang dilaksanakan di kantor Jurnal Celebes, Makassar, Selasa (08 Juli).

"Di awal pemantauan, yakni sekitar bulan Mei sampai pertengahan Juni. Pasangan capres-cawapres, Joko Widodo dan Jusuf Kalla memimpin dalam hal jumlah pengiklanan. Tetapi memasuki akhir Juni sampai awal Juli. Pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa memburu. Kini, per tanggal 04 Juli 2014. Jumlah belanja iklan dari masing-masing pasangan imbang."

Mustam selaku penanggung jawab tim Pemantauan Iklan Capres 2014 kota Makassar menambahkan, bahwa, Data terkait belanja iklan dari masing-masing pasangan capres-cawapres dapat dilihat pada situs www.iklancapres.org. Kedua belah pihak menembus angka 50 milyar lebih dalam belanja iklannya.

Dalam Diskusi Pemantauan Iklan Capres 2014 ini, selain dihadiri oleh tim Pemantauan Iklan Capres kota Makassar. Juga dihadiri oleh utusan dari Aliansi Masyarakat Adat Nasional (AMAN) Sulsel, Yayasan Esensi, Komisi Informasi Sulsel, Lembaga Demokrasi dan Otonomi (LEDO), Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID), dan beberapa media serta jurnalis warga.

"Selain menunjukkan angka belanja iklan setiap pasangan. Sejauh ini, kami  juga menemukan beberapa pelanggaran pengiklanan terkait dengan batas maksimum pemasangan iklan kampanye di televisi dan radio," ujar Mustam.

Pemantauan Iklan Capres fokus terhadap besaran biaya dan frekuensi yang digunakan oleh kedua pasangan capres-cawapres untuk beriklan di media massa. Meliputi televisi, radio, dan surat kabar. Pemantauan iklan ini dilakukan oleh SatuDunia bekerja sama dengan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) lokal seperti, Jurnal Celebes, Walhi Jawa Timur, Walhi Kalimantan Selatan, dan HAPSARI. Pemantauan berlangsung di 5 kota: Medan, Jakarta, Surabaya, Banjarmasin, dan Makassar.

"Pemantauan yang kami lakukan tidak hanya memberitahukan publik tentang jumlah belanja masing-masing pasangan capres-cawapres. Tetapi, menyajikan data yang real kepada hal layak. Data ini kelak dapat dijadikan bahan referensi dalam menganalisis, kritik, dan memantau perilaku kedua pasangan," papar Mustam.

You Might Also Like

0 komentar