Yang Hidup, Kelak Menuju Kematian

Tiba-tiba judulnya jadi horor begini yah. Tiba-tiba ingat kematian. Tiba-tiba takut menghadapinya. Tiba-tiba hampir menolak keniscayaan dalam berkehidupan. Semua yang bernyawa kelak akan meninggal. Ini bukan tentang firmanNYA dalam kitab suci yang diturunkan kepada Sang Penyempurna akhlak mulia, bukan juga hanya sebatas hal yang mesti diyakini oleh pemeluk agama sebagai bagian dari keyakinan mereka sebagai hamba tuhan mereka. Apapun kepercayaannya, kematian adalah kemestian.

Kematian tidak memihak. Tak peduli si dia cantik atau tampan. Tak memandang strata sosial dan jumlah saldo dalam rekening di bank dunia. Tidak memilih muda atau tua. Semua tahu akan hal itu. Kita sebagai manusia yakin akan hal itu.


www.Facebook.com

Tidak hanya pada hewan yang tumbuh berkembang dari telur, lantas menjadi hewan dewasa dan menjadi tua, lalu mati. Dedaunan yang menaungi kita dari sengatan matahari dan si pekerja penghasil oksigen ini pun akan melalui tahapan demi tahapan menuju kematian. Entah dalam guguran daun, dipangkas oleh manusia, atau karena kekurangan nutrisi.

Bicara tentang kematian. Tidak hanya saya. Mungkin Anda atau orang lain. Kita menjadi bagian dari golongan yang belum siap menghadapinya. Entah mungkin disebabkan godaan dunia yang begitu nikmat atau karena  tidak siap menghadapi fase penyucian diri dalam neraka. Namun, ada juga orang-orang yang sejak dini mempersiapkan diri menuju kematian. Mereka dengan segenap hati bersiap bertemu dengan Yang Memberikan nyawa pada diri mereka.

Kesedihan terkadang menjadi buah dari kematian. Ini hanya dirasakan bagi orang-orang yang ditinggalkan. Berbicara tentang kesedihan, tentu setiap orang memiliki caranya masing-masing dalam mengekspresikannya. Ada yang menangis terisak-isak, hanya terpaku diam, meraung-raung, atau mungkin hanya memperlihatkan ekspresi datar. Itulah cara anak manusia meluapkan kecintaan mereka atas perpisahan dengan orang yang mereka kasihi. 

Kematian.
Kesedihan.
Perpisahan.
Kematian adalah proses perjalanan dan kita adalah para penjelajahnya

You Might Also Like

0 komentar