Wah-nya Adipura Makassar, Layakkah?

Sampah Di Jalan Toddopuli Raya
Gambar: Surya R. Labetubun
Prestasi kota Makassar yang belum lama ini memperoleh penghargaan Adipura nampaknya mendapat ujian. Setelah melihat kondisi anjungan pantai Losari dengan banyaknya sampah berserakan. Kini ada hal kecil, namun cukup menganggu kelancaran berlalu lintas.

Di beberapa jalan, semisal jalan Toddopuli. Dapat ditemui pada pinggiran jalan raya mau pun lorong atau setapak. Tumpukan hasil pembersihan got. Tumpukan itu kebanyakan adalah tanah bercampur sampah yang selama ini menjadi penghuni tetap selokan-selokan itu. Namun, sayangnya upaya untuk membersihkan selokan yang dipenuhi sampah itu, tampaknya dikerjakan setengah-setengah.

Jumlah sampah yang berada di saluran air berkurang dan pada akhirnya selokan tersebut, airnya tidak akan menggenani jalanan di kala hujan deras mengguyur. Tetapi, dengan menempatkan hasil pembersihan got itu di pinggir jalanan, justru menganggu kenyamanan dalam berkendara.

Tumpukan hasil pembersihan itu mengambil setidaknya sekitar 2 sampai 5 jengkal sisi jalanan. Mau tidak mau, suka tidak suka, lebar jalanan akan berkurang. Hal ini dapat berakibat pada ketidaklancaran di jalanan. Apalagi, tumpukan itu justru mengambil perannya dalam membuat kesan "berdebu" saat para pengendara berkutat dengan waktu dengan kendaraannya masing-masing. Belum lagi, tidak sedikit sampah itu justru semakin bertebaran di jalanan disebabkan tiupan angin.

Upaya untuk membersihkan selokan, nampaknya perlu mendapat tindakan sesegera mungkin. Tidak hanya upaya menaikkan semua kotoran dari selokan lantas dibiarkan saja. Itu hanya upaya "memindahkan" saja, bukan membersihkan.

Dalam hal kebersihan ini, partisipasi masyarakat juga penting. Jika pemerintah tidak sanggup mendongkrak kesadaran masyarakat tentang arti penting kebersihan, maka tidak ada salahnyalah masyarakat secara mandiri menunjukkan kemampuannya dalam upaya menyadarkan orang di sekelilingnya tentang kebersihan.

Tidak hanya tentang tumpukan hasil pembersihan selokan itu. Anjungan Pantai Losari yang kini menjadi salah satu spot utama dari peta pariwisata Makassar, justru mesti mendapat perhatian ekstra dalam hal kebersihan. Di sisi lain, Benteng Roterdam juga selayaknya dijaga kebersihannya dari tangan-tangan iseng yang sukanya menjamah dinding-dinding bangunan bersejarah itu.

Ini belum termasuk dengan toilet umum yang hanya 1 sampai 2 bulan saja bisa dijaga kebersihan plus wanginya. Setelah itu, toilet umum tidak jarang menjadi tempat paling tidak menyenangkan dan dijauhi. Hanya toilet umum yang berlokasi di pusat perbelanjaan saya yang masuk dalam kategori layak untuk dikunjungi.

Dan ini hanya beberapa hal dari Makassar yang telah mendapat penghargaan itu!!

You Might Also Like

0 komentar