PLN Bersih, Sebatas Slogan Ataukah Pencapaian Kelak?

Sejak pertama kali ada, listrik hingga kini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Keberadaan listrik turut menyumbangkan perubahan pola pikir dan peradaban. Listrik sebagai nyawa dalam pengoperasian televisi dan radio, dapat dijadikan sebagai contoh kecil dalam sumbangsihnya guna menyebarkan informasi lebih luas lagi. Informasi-informasi ini tidak hanya memuat tentang hal-hal yang baru secara baku. Informasi itu juga menghantar manusia pada perubahan berpikir dan bersikap kritis tentang kondisinya. Dengan keragaman informasi ini manusia memperkaya pengetahuannya akan segala hal, menghantar mereka untuk menemukan kehidupan yang lebih baik.

Dikaitkan dengan kehidupan manusia sekarang. Manusia modern dengan beragam pola pikir. Manusia yang beberapa justru menyatukan jiwanya dengan gadget mereka. Manusia yang menuntut perubahan. Listrik masih saja memainkan perannya. Para pekerja kantoran dan pengguna gadget tentu sangat paham tentang kebutuhan mereka terhadap keberadaan listrik. Para ibu rumah tangga pun demikian, kekinian menghantar para ibu memiliki peralatan masak elektronik dengan jaminan "efisiensi waktu" atau pun "simple". Bahkan di kampung pun. Listrik juga dibutuhkan. Listrik membantu mencerdaskan bangsa, ketika malam hari ketika para pelejar itu sedang mengerjakan tugasnya, atau hanya sekedar membaca buku bacaannya.

Itulah listrik. Dan listrik di negeri Merah Putih ini ditangani hanya oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Perusahaan dengan motto "Electricity for a better life", dapat menjadi sebuah pencapaian yang bisa dibanggakan oleh PLN. Namun, sebagai salah satu perusahaan yang berkualitas, PLN mesti tetap memilih untuk bergerak dan berkembang. Salah satu pergerakannya yang kini juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat, sebagai pihak pengguna listrik yakni, program PLN Bersih. Program PLN Bersih merupakan keluaran dari Direktur Utama PLN, Nur Pamudji sebagai wujud partisipasi PLN dalam upayanya memberantas dan mencegah korupsi.



PLN Bersih mengajak semua pihak untuk bersama mengawasi kinerja pegawai PLN dalam melayani masyarakat. PLN Bersih diharapkan mampu untuk menciptakan Good Corporate Goverment (GCG), lebih khusus dalam proses pengadaan barang dan jasa, serta pelayanan publik di PLN. Dengan niat baik ini pun, maka selayaknya jika Nur Pamudji meraih Bung Hatta - Anti Corruption Award (BHACA) tahun 2013.

Hal ini tentulah mesti mendapat apresiasi dari seluruh pihak. Dimana niat PLN untuk menciptakan wilayah kerja yang bersih, takkan terlaksana tanpa respon dan kerja sama dari masyarakat. Kesadaran dan kepercayaan ini yang ingin ditumbuhkan.

Tahapan awal yang ditempuh Nur Pamudji, yakni dengan mengimplementasi PLN Bersih pada 13 unit yang ditunjuk sebagai pilot project PLN Bersih, yaitu; PLN Wilayah Bangka Belitung, PLN Wilayah Sumatera Utara, PLN Unit Pembangkitan Jawa Bali, PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang, PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten, PLN Distribusi Jawa Tengah dan Yogyakarta, PLN Distribusi Jawa Timur, PLN Distribusi Bali, PLN Distribusi Lampung, PLN Pusdiklat, PLN Jasa Sertifikasi, PLN Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan, dan PLN Pusat Penelitian dan Pengembangan.

Dimana ada 3 area yang menjadi fokus utama dalam penilaian PLN Bersih, yaitu: rendahnya resiko integritas, tingginya implementasi PLN Bersih, dan tingginya integritas pengadaan pelayanan. PLN juga merancang 4 pilar dari program PLN Bersih, yaitu partisipasi, integritas, transparansi, dan akuntabilitas, atau yang diakronimkan dengan PITA. 

Pada pilar partisipasi, ini menjelaskan bagaimana partisipasi pegawai PLN serta seluruh stakeholder dalam mewujudkan program PLN Bersih. Pilar integritas dimaknai dengan bagaimana integritas seluruh pegawai PLN dalam melayani masyarakat dalam membangun budaya PLN Bersih.

Transparansi yang menjadi pilar ketiga diterjemahkan sebagai sikap terbuka. Dalam hal ini PLN berkomitmen ambil bagian dalam penyediaan informasi bagi hal layak, termasuk dalam sikap responsif jika sekiranya ada permintaan informasi publik.

Terakhir, pilar keempat ini justru menuntut pegawai PLN untuk bersikap profesional terhadap setiap keluhan yang disampaikan pelanggan dan mendukung implementasi wishtle blower system serta program pengendalian gratifikasi.

PLN dalam mewujudkan program PLN Bersih-nya pun melalukan beberapa inisiatif, yakni: pembuatan sistem pelayanan yang transparan dengan meminimalisir tatap muka antara pelanggan dan pegawai PLN, sekiranya pelanggan dapat mengakses situs www.pln.co.id/pbpd/index.php untuk layanan pasang baru, tambah daya, dan pasang sementara.

PLN juga melakukan perubahan aturan pengadaan barang dan jasa. Juga membuat sistem penanganan keluhan pelanggan. Untuk hal ini, masyarakat luas dapat menghubungi call center 123, atau melihat informasi pada official fans page PT.PLN (PERSERO) dan juga twitter @pln_123.

Inisiatif lainnya, yakni dengan membangun whistler blower system bagi pegawai PLN. Juga memudahkan pegawai dalam hal penyerahan barang terindikasi gratifikasi dan melakukan multi stakeholder forum (MSF).

Membahas tentang keterlibatan seluruh mitra PLN dalam hal ini multi stakeholder forum. Maka tidak salah jika dikaitkan dengan keberadaan masyarakat. Elemen masyarakat tidak hanya sebagai pengguna listrik. Namun, peranan pentingnya dalam mewujudkan PLN Bersih terletak dari kesigapan masyarakat untuk menyampaikan tindakan korupsi yang dilakukan oleh PLN.

Masyarakat era sekarang yang sedikit banyak bersinggungan dengan dunia digital. Melahirkan banyak pemerhati dalam dunia digital yang digelar Blogger. Blogger adalah masyarakat yang juga menjadi pengguna listrik yang disediakan PLN. Dengan begitu, blogger juga punya peran sendiri.


EKSISTENSI BLOGGER SEBAGAI MASYARAKAT DUNIA DIGITAL DALAM PARTISIPASINYA MEWUJUDKAN PLN BERSIH
Kekinian, blog yang hanya sebatas buku diary digital. Dimana setiap orang dapat mengakses buku catatan harian itu. Blog dalam perkembangannya justru menjadi wadah para blogger dalam menuangkan, tidak hanya perasaan mereka, tetapi juga apa yang mereka fikirkan.

Para blogger ini merupakan masyarakat dunia digital, juga merupakan masyarakat yang nyata. Pada kenyataannya para blogger ini punya peranan juga dalam mewujudkan program PLN Bersih. Para blogger bisa dengan leluasa ikut menyebarkan virus PLN Bersih sebagai sebuah solusi. Solusi sekaligus alasan untuk melaporkan dan memberantas tindak korupsi.

Blogger dengan kekuatan mereka yang terletak pada tulisannya. Dapat denga mudah juga menyiarkan tnetang eksistensi program PLN Bersih kepada orang lain. Sehingga upaya sosialisasi PLN Bersih dapat menyentuh banyak lapisan masyarakat.

Kekuatan ini juga dapat memberi pahaman baru bagi masyarakat. Bahwa masyarakat juga menjadi elemen yang kini turut memberi sumbangsih dalam maju atau tidaknya PLN dalam memperbaiki kehidupan. Sehingga PLN Bersih tidak hanya sebatas slogan, namun menjadi pencapaian kelak...




#Saya Blogger dan saya mendukung program PLN Bersih
*sumber tulisan : www.plnbersih.com

You Might Also Like

0 komentar