Jembatani Masyarakat Pesisir Maros, OXFAM Gelar Talkshow

Pertemukan program pemerintah dan aspirasi masyarakat pesisir, Oxfam melaksanakan talkshow tentang “Penyusunan Renstra Pesisir Partisipatif”  di warung kopi Bagas, jalan Jenderal Sudirman, kabupaten Maros. Sesuai dengan tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini, agar melibatkan masyarakat dalam setiap program-program pemerintah, talkshow ini dihadiri oleh berbagai kalangan, pihak pemerintah daerah, aktivis NGO, aktivis mahasiswa, warga, dan beberapa media.


Para Narasumber Talkshow Yang Dipandu Rezki Mulyadi
Sumber : Oxfam Sulsel
Media communicatioan officer dari Oxfam, Alauddin Latief, selaku pihak yang berkompeten pada kegiatan ini mengatakan, “Sebelumnya, memang telah ada renstra pesisir, namun kekurangannya karena tidak melibatkan masyarakat pesisir. Saat ini kita melibatkannya, agar mereka lebih merasa memiliki dan menjadi bagian dari apa rencana kerja pemerintah dalam penyusunan renstra 5 tahun ke depan.”

“Kegiatan ini mengundang berbagai pihak seperti dari praktisis dan pemerintahan, agar nantinya kita dapat menyamakan persepsi kita tentang konsep partisipatif yang sebenarnya,” lanjut Alauddin.

Seorang Peserta Talkshow Ikut Berpatisipasi
Sumber : Oxfam Sulsel
Kegiatan yang berlangsung pada hari Sabtu, 29 Juni 2013 ini dipandu oleh Rezki Mulyadi dari Mercurius FM secara live dengan menghadirkan Kepala Bappeda Maros, Andi Danuri, Wakil Ketua DPRD kabupaten Maros, Chaidir Syam, Oxfam Indonesia, Agustinus Wahyu Arianto, dan Pengamat Pelayanan Publik, Arief Wicaksono sebagai narasumber.

Dari pihak Oxfam Indonesia, Agustinus Wahyu Arianto menjelaskan, “Keterlibatan masyarakat pesisir dalam penyusunan renstra sebagai pihak yang mengetahui kondisi masyarakat masih dinilai minim. Padahal masyarakat adalah pihak yang mengetahui dengan jelas apa yang menjadi kebutuhan mereka.”

“Upaya peningkatan kualitas hidup bagi masyarakat pesisir telah lama dilakukan Oxfam di 4 lokasi selama 3 tahun terakhir ini. Penguatan yang dilakukan pada masyarakat pesisir di kabupaten Maros, Pangkep, Barru, dan Takalar lebih pada bagaimana mengajak masyarakat untuk berfikir kritis terhadap kondisi sekitarnya, menggali potensi yang dimiliki, dan memandirikan masyarakat,” lanjut Agustinus Wahyu.

Para Peserta Yang Mengikuti Talkshow
Sumber : Oxfam Sulsel
Di sisi lain, pemerintah sebagai pihak  yang dengan bersinggungan dengan masyarakat pesisir mengungkapkan kendala yang ditemui di lapangan. Dimana data yang tidak ter-up-date  bisa menjadi kendala utama dalam pelaksanaan program kerja.

Kepala Bappeda Maros, Andi Danuri menjelaskan, “Antara apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dan apa yang diingikan pihak pemerintah dalam hal ini program kerja tidak sesuai disebabkan karena ketidaklengkapan data.”

Terlihat Peserta Talkshow Bahkan Memenuhi Teras Warkop
Sumber : Oxfam Sulsel
Pertimbangan berbeda juga diutarakan Wakil Ketua DPRD kabupaten Maros, Chaidir Syam, “Dalam hal ini perlunya dilakukan evaluasi untuk renstra bagi masyarakat pesisir sehingga kita mengetahui sejauh mana hal yang telah dilakukan dan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat sebenarnya.”

“Banyak hal yang bisa kita lakukan terkait dengan masyarakat pesisir, misalnya saja dengan mengurangi angka kemiskinan  yang bisa ditempuh dengan memandirikan para wanita baik itu ibu rumah tangga untuk ikut serta dalam meningkatkan kondisi ekonomi rumah tangga,” ungkap Chaidir Syam.

Warung Kopi Bagas Didaulat Sebagai Tempat Pelaksanaan Talkshow
Sumber : Oxfam Sulsel
Talkshow ini diakhiri dengan kesimpulan betapa perlunya semua pihak baik itu pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, baik yang lokal maupun luar, partai politik, media, dan masyarakat termasuk kelompok pemberdayaan agar kiranya sama-sama bergandengan dalam penyusunan renstra dan dalam pelaksanaan peningkatan penghidupan masyarakat pesisir. Selain dari itu, adanya transparansi tentang renstra kepada hal layak juga menjadi poin penting.

Tulisan ini juga di-posting pada Kompasiana.com 

You Might Also Like

0 komentar