Bertemu, Take A Pict, dan Lupakan Diet



Sahabat. Saya memiliki beberapa orang sahabat. Bagi saya yang tidak cukup baik dalam hubungan sosial ini, sahabat punya arti sendiri. Saudara saya adalah sahabat saya. Punya banyak saudara berarti? Ahhh, tidak juga. Saya terbilang sukar menganggap orang lain sebagai sahabat saya, bahkan ketika kami dekat. Saya terlalu sukar menemukan kenyamanan meski jarak kami telah dekat. 

Saya mungkin terkesan tidak menghargai niat ‘dekat’ orang-orang di sekitar saya. Mungkin. Saya mengakuinya. Saya hanya terlalu takut keluar dari zona nyaman saya. Pernah mencoba untuk keluar? Yah, sekali-kali. Tapi persahabatan bagi saya tetap butuh ‘zona nyaman’. Zona itu cukup sederhana. Cukup berfikiran bebas. Saling mengembangkan potensi masing-masing. Berterus-terang. Saling menyayangi. Saling mengkritik. Mengunjing? Hellooow, anda punya cukup banyak nyali untuk langsung saja menyatakannya bukan!!



Sebelum Berbuka Puasa, Foto-Foto Dulu
Apakah persahabatan saya terlalu sempurna? Jika itu pertanyaan yang muncul, maka jawaban yang bisa saya berikan adalah bahwa sahabat itu saling menyempurnakan satu dengan yang lainnya. Dengan kondisi saya yang selalu ingin dimengerti dan banyak maunya ini. Tentu menjadi sahabat saya menjadi beban atau pekerjaan berat. Sampai saat ini saya bersyukur punya sahabat yang setia setiap saat. Slogan ini seperti tag line deodorant yang terkenal itu yah.

Dari beberapa sahabat yang saya miliki. Kali ini saya ingin berkisah tentang sahabat saya dengan julukan ‘AKAR TUJUH’. Yah Akar 7. Itu karena kami berjumlah 7 orang. Kenapa akar? Karena kami ingin persabahatan kami ini seperti akar pohon yang terjalin kuat. Kami ingin menjadi akar yang saling memberi nutrisi dalam kehidupan kami masing-masing. Bukankah akar yang menopang pohon? 



Take A Pict Secara Bergantian

Ketujuh orang ini pertama kali bertemu di awal Februari 2006. Sebelumnya kami merupakan anak remaja mesjid plus seorang teman dari sahabat kami. Anak remaja mesjid? Yah, itu waktu dulu kami masih lugu. Sekarang? Tampaknya dunia telah membuat kami berjalan dengan sendirinya.

Berangkat dari seringnya kumpul-kumpul. Pada akhirnya kami sepakat buat band. Ah tidak, bukan itu. Pada akhirnya kami sepakat untuk berkomitmen menjadi sahabat dan saudara. Masih ingat diawal kami mengikrarkan sumpah setia persahabatan. Salah satu poinnya yakni tidak ada yang boleh saling menjalin hubungan kasmaran satu sama lain. Aneh? Bagi kami itu adalah upaya agar kami tetap merasa menyayangi lebih lama. Jarang ada hubungan kasmaran yang berakhir jadi sahabatan. Terlalu umum sahabat menjadi pasangan kekasih. Kejam? Iya sih. Kalau berkaitan dengan masalah perasaan sepertinya kami menafikkan kondisi hati kami.

Hari ini. Saya bertemu lagi saudara saya di Akar 7. Sayangnya semua personel ini tidak hadir. Bukan,. Bukan karena jadwal show mereka yang padat atau karena manager mereka lupa memberitahukan tentang pertemuan dalam rangka buka puasa bersama ini. Ini karena saat mencoba menghubungi mereka, nomor kontak yang diberikan tidak bisa dihubungi.


Makanan Ini Yang Menggagalkan Misi Diet Jamaah Kita

Bahagia. Saya bahagia karena dapat bertemu dengan saudara saya. Sahabat saya yang terlalu banyak mengetahui semua kehidupan saya yang kelam. Mereka selalu saja mendapatkan hal memalukan tentang saya dari mama saya. Malu? Saya fikir setelah semua hal buruk itu mereka ketahui dan masih mau bersahabat dengan saya itu adalah anugerah. Terima kasih yah kakak-kakakku.

Hari ini. Kami bertemu. Masih dengan kondisi yang sama. Masih gokil. Perut yang makin buncit serta berat badan yang labil. Wajah yang masih saja tersenyum tulus. Cuma ada satu perubahan. Mereka sudah mulai saling memangil oom dan tante. Oh NO, saya masih terlalu muda untuk itu. 

Hari ini. Kami bersua. Berbuka puasa dengan menu makanan pesanan saya. Menu yang sangat amat mengenyangkan. Menu yang menghancurkan program diet mereka. Menu yang akan membuat jarum timbangan semakin menunjukkan angka yang lebih tinggi. Menu yang menurut saya cemilan dan ternyata masuk kategori makanan kelas berat. Menu yang akan membuat salah seorang dari kami nantinya akan ekstra olahraga untuk membakar semua kalori yang dimakannya.

Setelah Bukber Lanjut Nge-mall Bareng
Hari ini. Kami berkumpul. Acara take a picture menjadi hal wajib. Mulai dari foto ramai-ramai sampai foto sendiri-sendiri. Lokasi pemotretan seputar wilayah yang kami lalui saat memuaskan rasa ingin bersama kami. Resto tempat kami berbuka dan di salah satu stand di mall yang kami kunjungi untuk menonton sebuah film animasi. Sehabis nonton, kami pun tampaknya akan mulai berkomunikasi dengan kata-kata "moka...moka.." juga dengan "olama....ola" melalui jejaring sosial yang kami miliki. Kami masih saja tetap seperti ini di usia seperti ini. Saya saat bersama mereka. Saya menganggapnya seperti usia yang bertambah tapi kami masih tetap seperti di tahun 2006 itu.

Hari ini. Kami bertemu. Kami memotret diri. Dan kami melupakan diet....

Moka... Moka.....
Sumber : aceshowbiz.com









#Foto-foto berasal dari Mhimi Nurhaedah Demmu

You Might Also Like

0 komentar