Lagi, Isi Otakku Di Berbagai Suasana

Hanya ingin memberi tahu: " Aku benci telapak kakiku basah, aku benci"

Ini tentang masa lalu: "Setiap manusia punya kisah di masa yang lalu, mau kelam atau cerah semuanya telah dilewati. Lantas apa yang menjadi penting saat ini adalah saat kita bisa merencanakan meraih masa depan yang lebih baik dengan menjadikan masa lalu sebagai bahan pembelajaran."
 
Saat aku mengungkapkan kriteria pria idamanku: "Ini bukan masalah jabatan, tingkat pendidikan, strata sosial, nominal simpanan di bank, atau bahkan tampilan fisik. Ini tentang seberapa banyak sel-sel otaknya yang saling beriteraksi."

Rahasia umum: "Bukankah para pria sudah tahu kalau perempuan makhluk berperasaan, lantas mengapa mereka masih saja tetap terkejut saat perempuan tampak emosional?"

Ilustrasi
Sumber Gambar : antisoraya.wordpress.com
Tiba-tiba terlintas saat memikirkan dimana letak persamaan pria dan perempuan dalam mengejar cintanya, ini salah satunya: "Apa ini menjadi tak-tik universal bagi pria dan perempuan? Jika sang target masih di luar lingkaran, maka mereka akan menunjukkan betapa mereka menginginkan sang target, membuat sang target melayang dan merasa dibutuhkan. Namun, ketika sang target sudah dalam jangkauan, mereka justru membalikkan keadaan, mereka menjauh dengan kondisi yang telah mereka atur, saat itu justru merekalah yang akan diburu...."

Ini tentang uang dan hidup: "Apa kenyataan tentang betapa butuhnya seseorang akan uang mengantar mereka menjadi matrealis? Tidak bisakah hal itu menjadi referensi dalam menghadapi kehidupan ini bukan menjadi alasan mutlak menggapai kemewahan, apa pilihan untuk menjadikan pengalaman itu sebagai referensi dalam kehidupan tidak ada?"

Mari menulis tentang aku dan kamu: "Terkadang kita sampai pada suatu titik, dimana kesamaan membuat kita merasa nyaman, menafikkan jiwa petualangan kita, menenggelamkan idealisme kita, mematahkan teori-teori fundamental kita, menyepelekan kemanusiaan kita, itu mungkin saja terjadi. Bukan begitu?"



You Might Also Like

0 komentar