Cemburu-Cemburuku

Aku cemburu pada langit
Langit selalu puas menatapmu
Juga, langit terkadang engkau tatap

Aku cemburu pada angin
Angin selalu memelukmu saat berhembus
Juga, angin menjamahmu saat engkau hirup

Aku cemburu pada cahaya matahari
Cahaya mahatari selalu menyentuhmu saat menyinari bumi
Juga, cahaya matahari terkadang menjadi harapmu saat penghujan tiba

Aku cemburu pada tembok rumahmu
Mereka sesekali dapat disandarimu

Aku cemburu pada lantai rumahmu
Mereka selalu saja dapat menggelitik telapak kakimu

Aku cemburu pada cerminmu
Dia selalu saja puas menyaksikan pantulanmu

Aku cemburu pada handphonemu
Dia selalu saja mendengar alunan suaramu

Aku cemburu pada keyboardmu
Dia selalu saja disentuhmu

You Might Also Like

0 komentar