Berbeda Memaknai Perbedaan

Ketika saya dan Anda berbeda lantas apa yang akan terjadi?
Apakah Anda masih mau bersama saya?
Kalau pertanyaan itu ditujukan untuk saya, maka Anda tenang saja, saya penikmat perbedaan, bukankah pelangi takkan indah jika warnanya homogen?

Ketika saya dan Anda berbeda lantas apa yang akan terjadi?
Apakah Anda masih mau bersama saya?
Kalau pertanyaan itu ditujukan padamu, apakah Anda bisa menyikapi bijak perbedaan ini?
Adakah engkau mau bersikap plural bahkan untuk sesuatu yang sangat fundamental sekalipun?



Ketika saya dan Anda berbeda lantas apa yang akan terjadi?
Apakah Anda masih mau bersama saya?
Ini bukan hanya tentangku, lebih dari itu ini tentang mereka yang sama berbedanya denganku di hadapanmu....

Ketika saya dan Anda berbeda lantas apa yang akan terjadi?
Apakah Anda masih mau bersama saya?
Bisakah kita tiba-tiba buta warna?
Bisakah kita tiba-tiba menjadi penyuka segalanya tanpa menepis apapun?
Bisakah aku, kamu, bahkan kita melebur sehingga memusnahkan perbedaan?

"Aaah, itu sulit kawan", kata mereka.
"Itu mustahil", ujar seseorang.
"Ini tidak semudah membalikkan telapak tangan", ucap yang lainnya.
"Kenapa tidak? Bukankah kecintaan terhadap kenyataan sosial, para kaum fuqara, mereka yang tertindas, mereka yang terambil haknya secara paksa, bisa membuat kita sama?", Ini pendapatku!!

You Might Also Like

0 komentar