Kita Dalam Uraian Tanda Tanya

Bisakah aku dan kamu berbicara secara sederhana dan jujur?
Bisakah kita melepas topeng masing-masing kemudian menunjukkan rupa kita
Menampakkan belang kita
Dan menampilkannya apa adanya

Kamu tidak seperti ini mestinya
Apa yang kamu harapkan dariku?
Kekagumanku, perhatianku, atau pengakuanku, bukankah sudah kamu dapatkan?
Apa ini cara kamu menunjukkan dirimu dengan semua hal nyata yang kamu miliki?

Aku tidak melirikmu karena nominal rupiah di dompetmu
Aku tidak memandang wajah lengkapmu secara struktural
Aku tidak melihat urutan letak pakaianmu yang parlente dan trendy
Aku tidak melirik strata pendidikanmu
Aku tidak memandang kasta di kehidupan sosial kita
Yang aku lirik, pandang, dan lihat darimu hanyalah isi otakmu

Kamu tidak seperti ini mestinya
Apa yang kamu harapkan dariku?
Bukankah aku sudah mulai mengikuti inginmu?
Memang hal yang kau sampaikan tidak sedikit yang bernilai benar, lantas mestikah aku berpura-pura mengikutinya dan meninggalkan kedirianku?

Bisakah aku dan kamu berjalan secara sederhana?
Bisakah aku mengikuti alur ku sendiri ketika berjalan denganmu?
Bisakah kau menujukkan dirimu biar aku menemukan arah untuk mengikutimu?

You Might Also Like

0 komentar