Usai

Kupingnya tertutup
Tiada lagi suara mengunjungi rumah keongnya
Mulutnya tertutup rapat
Kata-kata tak tertutur
Matanya merah
Amarahnya dipendam
Tangannya mengepal
Menonjolkan urat-urat tanda pekerja keras
Wajahnya berpaling
Menghindar dari tatapan sang kekasih


Langkah kakinya semakin menjauh
Hatinya berharap tidak lagi bersua
Melangkah pasti tanpa ada hasrat 'tuk kembali

Dia melangkah begitu cepat
Meninggalkan perempuan itu
Dalam kepedihan mendalam

You Might Also Like

0 komentar