Safe Your Soul

Pepatah "biar lambat asal selamat" tidak sedikit didengar saat kendaraan yang kita kemudi atau tumpangi melaju cepat. Kalimat seperti itu paling sering dilontarkan oleh orang berumur, orang yang sedang menderita penyakit tertentu, atau oleh sebagian kaum hawa. Ini mengindikasikan betapa mereka sangat memprioritaskan safety riding dalam berkendara. Namun, lain halnya dengan mereka yang lebih suka berbuat lalai saat berkendara. Aksi kebut-kebutan dan saling mendahului senantiasa menghiasi perjalan mereka, euforia masa muda kadang membuat mereka lupa daratan, lupa akan sesuatu yang sangat urgent, nyawa!
***


Kecelakaan lalu-lintas mesti menempati posisi yang menyita banyak perhatian hal layak, hal ini dikarenakan jika terjadi  kecelakaan lalu-lintas tidak sedikit kerugian yang menimpa para korban maupun pelaku. Akibat dari kecelakaan adalah dengan adanya kemungkinan kendaraan  yang digunakan mengalami kerusakan, manusia baik korban maupun pelaku tidak tertutup kemungkinan mengalami luka, cedera, atau bahkan meninggal dunia.  Hal ini merujuk pada salah satu koran on line pada website http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2010/01/11/brk,20100111-218386,id.html, edisi 11 Januari 2011, dinyatakan bahwa "Departemen Perhubungan melansir terdapat kerugian warga senilai Rp 123 miliar akibat kecelakaan lalu-lintas yang terjadi per tahun di seluruh Indonesia. Kerugian itu timbul karena adanya sekitar 130 ribu unit kendaraan roda dua dan empat yang rusak parah akibat kecelakaan".

Kecelakaan lalu-lintas  menjadi akibat yang disebabkan oleh berbagai hal. Salah satunya adalah human error atau kesalahan yang dilakukan manusia. Hal ini berdasarkan jurnal yang penulis temui pada "Perpustakaan Universitas Indonesia >> UI - Tesis S2, Interaksi Faktor-Faktor Penyebab  Kecelakaan Lalu-Lintas  di Jalan Tol Sekitar Jakarta", oleh Haryono Sukarto pada website repository.ui.ac.id/.../662bc99e80783e7dba05568dd5dc45311ef4aa2f.pdf yang penulis akses pada tanggal 15 Januari 2011, dinyatakan bahwa "Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya kecelakaan lalu-lintas  dapat dikategorikan sebagai faktor manusia (pengemudi), faktor  kendaraan faktor jalan dan faktor lingkungan...". Lebih lanjut lagi disimpulkan bahwa "... faktor pengemudi merupakan faktor penyebab kecelakaan yang paling besar pengaruhnya, sedangkan faktor lingkungan tidak terlalu besar peranannya sebagai penyebab terjadinya  kecelakaan lalu-lintas  di jalan tol. Di samping itu pemahaman para pengemudi terhadap ketentuan dan persyaratan mengemudi di jalan tol dianggap kurang".  Kurangnya kepedulian akan keselamatan seseorang dalam berkendara menjadi faktor telak terjadinya  kecelakaan lalu-lintas.

Berbagai upaya dilakukan segala pihak, yakni pemerintah dan masyarakat. Keragaman upaya ditempuh, bahkan menurut Haryono Sukarto lebih lanjut pada jurnalnya, bahwa "Beberapa usaha yang perlu dilakukan dalam mengurangi jumlah dan tingkat kecelakaan lalu-lintas di jalan tol, yaitu dengan melakukan pengetatan di dalam pemberian Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi para calon pengemudi kendaraan bermotor, memberikan pendidikan khusus bagi para pengemudi kendaraan umum tentang etika mengemudi dan cara cara serta sikap mengemudi di jalan tol, mengeluarkan peraturan atau undang undang lalu lintas yang mengatur tentang penggunaan sabuk pengaman (khususnya di jalan tol), melakukan penyuluhan kepada masyarakat atau penduduk di sekitar jalan tol tentang fungsi jalan tol dan keamanan lalu lintas di jalan tol, membuat sarana untuk istirahat pada jalan tol yang cukup panjang  atau yang menghubungkan jalan utama antarpropinsi , serta membuat jalur hijau sepanjang jalan tol", hal ini senada dengan pemikiran Direktur Jenderal Perhubungan Darat Departemen Perhubungan, Suroyo Alimoeso yang dikutip pada website http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2010/01/11/brk,20100111-218386,id.html bahwa "Undang-Undang itu bisa memperkecil jumlah kecelakaan, sebab tata tertib berkendara telah diatur dengan baik. Misalnya aturan belok kiri, lajur kiri, dan menyalakan lampu motor pada siang hari. Untuk mewujudkan harapan tersebut, kerjasama pemerintah, polisi, dan warga ditingkatkan".

Tidak sedikit metode yang digunakan, bahkan upaya penilangan dengan nominal yang tinggi juga dilakukan, tiada lain agar para pengendara akan segan berbuat onar di jalan, namun lagi-lagi kesadaran individu menjadi tameng kuat untuk terus melaju dalam kelalaian di jalan. Namun, dalam berbagai upaya ini diharapkan safety riding tenjadi prioritas berbagai kalangan, apalagi untuk kalangan anak-anak dan orang dewasa. Tidak ada dampak positf dari aksi ugal-ugalan yang dilakukan saat berkendara selain menjemput kecelakaan.
***

Sekarang saatnya kepedulian kita tentang safety riding dibuktikan. Tentunya dengan berbagai cara. Petugas kepolisian misalnya, tentu saja bekerja sesuai bidangnya, para orang tua juga dapat mengambil bagian dengan senantiasa memperingati bagian dari keluarganya tentang  safety riding dan kita -para blogger, tentunya dapat menyuarakan kepedualian kita dengan menjadi bagian pada lomba ngeblog dengan tema Blogger for Safety Riding

Ayo buktikan kalau kita PEDULI!!
SAFETY RIDING - SAFE YOUR SOUL!!

You Might Also Like

2 komentar