Membutuhkanmu, Ma


Mama. Hmmm, aku  merindukannya di saat-saat seperti ini, sungguh. Hanya mama yang mengerti apa yang ku inginkan tak perlu ku katakan, hanya mama yang tahu apa yang tidak ku sukai tanpa perlu ku ungkapkan, hanya mama yang tahu aku sedang jatuh cinta tanpa perlu ku utarakan.

Hmmmm, aku sungguh rindu mama. Aku rindu pengertiannya, aku rindu kasih sayangnya, aku rindu belaian sayangnya, aku rindu cubitan yang selalu mama lakukan kalau aku bandel padanya, aku rindu tatapan cintanya, aku rindu kehangatan pelukannya, aku rindu perhatiannya, aku rindu nasehatnya, dan aku rindu masakannya.


Aku rindu ucapan mama yang selalu membuat ku tenang. Aku rindu pelukan mama kala kebahagiaan hadir. Aku rindu belaian mama saat diriku terbaring sakit. Aku rindu masakan mama yang selalu membuatku melupakan program diet ku. Aku waktu-waktu saat curhat dengan mama.

Sungguh sangat wajar jika aku merindu mama, karena bagi ku mama berarti segalanya. 
Bagi ku mama  itu seorang guru, guru yang mengajari ku pertama kali tentang dunia.
Bagi ku mama  itu seorang koki, koki yang takkan pernah ada tandingannya, masakannya sungguh enak. Bagi ku mama  itu seorang  dokter, dokter  yang sangat ahli mendeteksi keadaan diriku tanpa perlu ku mengeluh dan menjaga kesehatan ku. 
Bagi ku mama  itu seorang perawat, perawat yang selalu merawatku dengan penuh kasih sayang kala aku sakit.              
Bagi ku mama  itu seorang penyair, penyair yang kata-katanya membuatku tersihir. 
Bagi ku mama  itu seorang psikiater, psikiater yang selalu mampu mendengar curhatku, memahamiku, dan memberikan solusi yang terbaik. 
Bagi ku mama  itu seorang hair style, hair style yang selalu memotong, merawat, dan  menangani masalah rambut ku yang ikal ini 
Bagi ku mama  itu seorang desainer busana, desainer yang selalu memberiku referensi model busana apa yang tepat untuk tubuhku. 
Bagi ku mama  itu seorang desainer interior, desainer yang mampu menyulap rumah ku menjadi nyaman, indah, dan luas. 
Bagi ku mama  itu seorang ahli gizi, ahli gizi yang selalu memperhatikan asupan gizi ku setiap saatnya. 
Bagi ku mama  itu seorang yang bisa menjadi apa saja saat aku membutuhkannya.


Jika mama melihatku dalam kondisi seperti ini, sudah pasti mama sedih, marah, dan mungkin juga kecewa. Sedih karena melihatku terus terpuruk, marah karena melihatku kehilangan semangat  hidup ku, dan kecewa karena aku tidak seperti diriku yang dulu.

Maaf yah bu. Sungguh aku tahu mama pasti akan sedih, marah, dan kecewa dengan diriku, tapi yang ku rasakan sekarang hanyalah merasa hampa dan asing dalam dunia ini. Kepergianmu mengambil semua keceriaan dalam diriku.

Meski ku tahu masih ada adik ku, masih ada saudara-saudari seideologi ku,masih ada sahabat-sahabat ku, masih ada oom dan tante, serta masih banyak orang yang selalu memperhatikan ku. Ku tahu mereka semua juga sayang kepada ku seperti mu. Sungguh aku tahu. Aku hanya terlalu merindu mu saja. Terlalu rindu akan cinta dan kasih sayang mu yang tulus dan tanpa akhir.

Aku ingin membuat sebuah janji, tapi aku takut aku tak dapat memenuhinya. Aku tidak seperti anak mu yang dulu, entah mengapa, aku sendiri kehilangan diri ku. Sebenarnya aku ingin berjanji akan hidup bahagia, aku juga bisa membuat adik ku selalu merasa bahagia dengan ku, membuat adik ku tidak merasa kehilangan mu karena masih ada diri ku, aku juga masih ingin meraih semua impian yang dulu pernah ku ceritakan pada mu, tapi sungguh aku takut tak mampu melakukannya melihat kondisi ku saat ini.

Mama, maaf untuk semua kerapuhan ku saat ini. Sudah begitu banyak rayap kepedihan yang menyantap daging keceriaan ku hingga aku rapuh. Aku betul-betul sangat rapuh. Aku rapuh, aku ingin sendiri, aku ingin menggila dengan dunia ku sendiri, di satu sisi aku ingin bangkit, aku ingin bersama orang-orang di sekitar ku, aku ingin mengembalikan kewarasan ku, aku ingin melepaskan depresi ini. Aku ingin kembali menjadi diri ku yang dulu.

Aku tahu Mama pasti dengan penuh kasih sayang akan memanjakan ku, membiarkan ku mengungkapkan semua kegundahan ku, membiarkanku meluapkan kecemasan ku, membiarkan ku melepaskan perasaan tertekan ku, aku tahu kasih sayang Mama lebih besar dari kemurkaan Mama. Aku tahu kasih sayang Mama selalu ada, hanya ada kasih sayang, ya hanya rasa cinta yang selalu kau berikan untuk ku.
             
Mama di sini, saat ini, aku sungguh-sungguh merindumu
Mama di sini, saat ini, aku sungguh-sungguh rapuh karena kehilanganmu
Mama di sini, saat ini, aku sungguh-sungguh kehilangan diri ku tanpamu
Mama di sini, saat ini, aku butuh dirimu

You Might Also Like

0 komentar