Mencegah Global Warming Dimulai Dari Hal Kecil

 Isu global warming memang marak disuarakan beberapa tahun ini, tapi tahukah kamu bahwa 'The King of Pop' Michael Jackson sudah memperlihatkan kepeduliannya terhadap hal tersebut setidaknya sekitar 10 atau 15 tahun yang lalu, hal itu terbukti lewat lagunya yang berjudul 'Heal The World', tak hanya sampai di situ saja, Jacko (sapaan akrab sang Raja Pop ini) juga membuktikannya dengan mendirikan yayasan yang didedikasikan selain untuk anak-anak juga sebagai wujud kontribusinya terhadap dunia yang dananya bersumber dari hasil penjualan album dan konsernya.



Ada juga salah satu band di negara kita yang menamakan grup bandnya dengan sebutan 'Efek Rumah Kaca', hal ini mereka lakukan sebagai wujud peduli mereka terhadap isu global warming, penamaan grup band mereka itu diharapkan dapat mengingatkan kita tentang bahayanya efek rumah kaca, jadi setiap kali kalian mendengar nama grup band itu diharapkan adanya kesadaran agar kita mau menjaga bumi ini.

Jacko dan band Efek Rumah Kaca tak hanya menyuarakan isu global warming dengan lantang, tapi juga membuktikannya, BAGAIMANA DENGAN KAMU??


Tidak usah seperti Jacko atau band Efek Rumah Kaca, kalau kamu mau dibilang peduli dengan isu dunia yang satu ini,tidak usah memaksakan diri, kecuali kamu memang sanggup dan mau melakukannya. Kenapa Saya bersikap demikian, soalnya banyak orang yang mau melakukannya tapi tidak sanggup atau mampu melakukannya, tapi ada juga yang mampu melakukannya tapi tidak mau melakukannya.

Ada banyak hal yang sebenarnya secara tidak sadar pernah kamu lakukan dan ternyata hal tersebut bisa dikatakan sebagai salah satu wujud kontribusi kamu dalam menolong bumi tercinta ini. Kamu tidak ingin merasakan ketakutan yang dialami para tokoh dalam film 'The Day After Tomorrow'. Masih terlintas hingga sekarang bagaimana film itu.

Filmnya berkisah tentang keadaan dunia yang sudah kacau balau, efek rumah kaca sudah mulai meradang di beberapa negara, keadaan cuaca berubah-ubah secara drastis, suhu matahari yang sampai ke bumi tidak bisa lagi difilter oleh lapisan ozon, sehingga gunung es mencair begitu cepat yang berakibat menenggelamkan beberapa kota bahkan negara, namun dengan seketika bisa saja terjadi hujan salju yang sangat lebat dan dengan serta-merta membekukan semua yang ada di sekitarnya, badai di laut tak henti-hentinya menelan korban, angin puting beliung memporak-porandakan beberapa negara dan hampir sebagain dari bangunan yang dijamah oleh angin puting beliung rata dengan tanah, NGERI BUKAN? DAN PERNAHKAN KALIAN MEMBAYANGKAN HAL ITU AKAN MENIMPA BUMI INI? Ini bukan sesuatu yang mustahil jika kita semua bersikap acuh tak acuh terhadap bumi ini. Walau bagaimana pun juga kitalah nantinya yang merasakan penderitaan itu.

Menyelamatkan bumi tidak perlu dengan perbuatan 'besar' apalagi 'wah', cukup dengan beberapa perhatian kecil yang berarti dan berkala. Tindakan ini ada baiknya kita lakukan dari diri kita sendiri dulu dan selanjutnya mengajak teman-teman kita menjadi bagian dari misi ini.

Mengikuti beberapa causes di  facebook juga salah satu yang mengindikasikan bahwa kamu sudah peduli isu mendunia ini, tapi jangan puas dan berhenti samapi di situ saja. Masih banyak hal yang bisa kamu lakukan lagi, misalnya saja membiasakan diri berjalan kaki ke tempat yang kamu tuju, itu sesuai dengan kemampuan kamu berjalan kaki.

Kalau hanya ingin pergi ke mall yang berjalan sekitar 1 kilometer dari rumah kamu, ada baiknya mulai dari sekarang kamu membiasakan diri berjalan kaki, hitung-hitung olahraga. Pernahkah kamu memikirkan berapa banyak kepulan asap yang memenuhi kota ini jika semua penduduk kota menggunakan kendaraan mereka ke mana pun tujuan mereka, sekalipun ke tempat yang masih dapat dijangkau pandangan mata mereka?

Cara lain, ini khusus bagi pengguna barang elektronik seperti; telepon selular, ada baiknya selalu mencabut colokan charger mereka, jika kalian telah selesai men-charger handphone kalian, sama halnya dengan para pengguna laptop, ada baiknya juga hanya men-charger laptop atau notebook mereka hanya pada waktu dibutuhkan.

Ada juga hal kecil yang sering sekali kita perbuat dan ternyata luput dari perhatian kita. Ini spesial untuk mereka yang suka berbelanja atau bahkan termasuk dalam kategori 'Sophaholic'. Cobalah kalian membiasakan diri untuk tidak menggunakan kantong plastik, jika barang belanjaan kalian sangat sedikit atau bahkan barang-barang itu masih muat di bagasi tas kamu, gunakan space pribadi yang masih kosong itu. Mungkin juga kalian bisa mencoba menggunakan tas daur ulang.

Kamu pernah memikirkan berapa banyak tas plastik yang kamu gunakan dalam sehari, semingguatau sebulan, bagaimana kalau setahun, lantas jumlah itu akan diakumulasikan dengan jumlah seluruh penduduk dunia, hasilnya kalian akan menemukan jumlah yang sangat fantastik hanya untuk masalah kantong plastik.

Belum lagi dengan proses penguraian secara alami oleh bakteri-bakteri yang ada di dunia ini, semua yang berbahan  palstik akan membutuhkan waktu penguraian yang lebih banyak dari bahan yang lainnya, waktunya bahkan menembus angka ribuan tahun. Kantong plastik yang kamu gunakan hari ini baru, akan selesai diurai setelah generasi kesekian kamu.

Bagi mereka para pengguna sumpit, ada baiknya sudah melirik sumpit yang tidak sekali pakai. Sumpit sekali pakai itu dibuat dari pohon-pohon yang bertugas menjadi penopang bumi ini, coba kalian hitung ada berapa banyak sumpit yang pernah kamu gunakan. Pembuatan sumpit sekali pakai sungguh sangat praktis, tetapi pengahijauan dan penanaman pohon-pohon itu tidak sepraktis proses penebangannya. Butuh waktu bertahun-tahun untuk menjadikan bibit menjadi pohon....

Sama halnya dengan penggunaan wadah sekali pakai yang terbuat dari plastik atau gabus, seperti gelas, piring atau tempat makanan lainnya, biasanya kita dapati di berbagai rumah makan siap saji. Dengan alasan kepraktisan sepertinya mengilegalkan tindakan ini. Padahal bahan-bahan itu akan terurai jika terkena benda-benda dengan suhu yang cukup tinggi dan berbaur dengan makanan atau minuman yang kamu akan santap. Mengerikan!

Pengelompokkan sampah organik dan an-organik juga turut andil melestarikan bumi kita ini. Biasakan kalian memisahkan sampak organik dan an-organik mulai di rumah kalian. Selanjutnya kalian bisa menangani sampah organik itu dengan menguburkannya di halaman rumah kalian yang masih kosong, itu jika kalian punya. Sampah-sampah organik tentulah sangat mudah diurai oleh bakteri-bakteri pengurai dan juga membantu proses perkembangan produktivitas mereka. Semakin banyak jumlah bakteri pengurai, maka semakin sedikit waktu yang digunakan untuk mengurai sampah-sampah yang lainnya.

Bukan hal yang sulit bukan? So, buktiin kalau kamu peduli dan cinta bumi yang indah ini. Tidak ada kata terlambat untuk hal-hal yang bermanfaat.

STOP GLOBAL WARMING!! JANGAN ASAL NGOMONG, BUKTIIN KALAU KAMU JUGA PEDULI :)

You Might Also Like

0 komentar