Setiap Saat Kala Aku Mencintaimu

Aku mencintaimu di setiap tetes darah yang telah dipompa jantungku ke seluruh tubuhku
Aku mencintaimu pada setiap detak jantungku yang senantiasa seirama dengan denyut nadiku

Aku mencintaimu pada setiap hembusan nafasku, entah pada saat menghirup oksigen atau menghembuskan karbondioksida
Aku mencintaimu di setiap reaksi yang terjadi pada organ tubuhku saat bermetabolisme


Aku mencintaimu di kala matahari terbit dan terbenam
Aku mencintaimu di kala mentari merangkak naik dan memberi cahaya juga kehangatan bagi bumi ini
Aku mencintaimu di kala malam menyelimuti dunia dengan kegelapan dan menghiasinya dengan cahaya rembulan dan gemerlap bintang-bintang

Aku mencintaimu di setiap pergerakan bumi ketika berotasi pada porosnya
Aku mencintaimu dengan atau tanpa gravitasi

Aku mencintaimu meski sudah tak ada lagi yang mencintaimu
Aku mencintaimu meski kadar oxytocin, dopamin, adrenalin, dan vasopressin dalam diriku menipis
Aku mencintaimu seperti sifatnya energ

Senin, 15 Juni 2009

You Might Also Like

0 komentar