Definisi Kecerdasan Buatan


Artificial intelligence (AI) atau yang dikenal dengan sebutan ‘kecerdasan buatan’ memiliki banyak definisi. Berikut ini adalah kumpulan definisi yang diberikan pada pakar, yaitu:
-         Menurut John McCarthy [1956]: “Untuk mengetahui dan memodelkan proses-proses berfikir manusia dan mendesain mesin agar dapat menirukan perilaku manusia.”
-         Menurut Bellman [1978] : “[The automation of] activities that we associate with human thinking, activities such as decision making, problem solving, learning …”
-         Menurut  Haugeland [1985]: “The exciting new effort to make computer think…machine with minds, in the full and literal sense.”
-         Menurut Charniak and McDermott [1985]: “The study of mental faculties through the use of computational models.”
-         Menurut  H. A. Simon [1987] : Kecerdasan buata  merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang -dalam pandangan manusia adalah- cerdas.”
-         Menurut Kurzweil [1990] : “The art of creating machines that perform functions that require intelligence when performed by people.”
-         Menurut Schalkoff [1990]:A field of study that seeks to explain and emulate intelligent behavior in term of computational processes.”
-         Menurut Rich and Knight [1991]: Kecerdasan Buatan merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia.”
-         Menurut Winston [1992]: “The study of the computations that make it possible to perceive, reason, and act.”
-         Menurut Luger and Stubblefield [1993]: “The branch of computer science that is concerned with the automation of intelligent behavior.”
-         Menurut Encyclopedia Britannica: Kecerdasan Buatan merupakan cabang dari ilmu komputer yang dalam merepresentasi pengetahuan lebih banyak menggunakan bentuk simbol-simbol daripada bilangan, dan memproses informasi berdasarkan metode heuristic atau dengan berdasarkan sejumlah aturan.”
-         Menurut Russel dan Peter Norvig : AI dikelompokkan dalam 4 kategori, yaitu:
a.     Thinking humanly : the cognitive modeling approach
-Melalui introspeksi: Mencoba menangkap pemikiran-pemikiran kita sendiri pada saat kita berpikir. Tetapi, seorang psikolog Barat mengatakan: “how do you know that you understand?” Bagaimana Anda tahu bahwa Anda mengerti? Karena pada saat Anda menyadari pemikiran Anda, ternyata pemikiran tersebut sudah lewat dan digantikan kesadaran Anda. Sehingga definisi ini terkesan mengada-ada dan tidak mungkin dilakukan.
-Melalui eksperimen-eksperimen psikologi.
b.     Acting humanly: the Turing test approach
Pada tahun 1950, Alan Turing merancang suatu ujian bagi komputer berintelejensia untuk menguji apakah komputer tersebut mampu mengelabui seorang manusia yang menginterogasinya melalui teletype (komunikasi berbasis teks jarak jauh). Jika interrogator tidak dapat membedakan yang diinterogasi adalah manusia atau komputer, maka komputer berintelejensia tersebut lolos dari Turing test. Komputer tersebut perlu memiliki kemampuan, natural language processing, knowledge representation, automated reasoning, machine learning, komputer vision, dan robotics. Turing test sengaja menghindari interaksi fisik antara interrogator dan komputer karena simulasi fisik manusia tidak memerlukan inteijensia.
c.      Thinking rationally: the laws of thought approach
Terdapat dua masalah dalam pendekatan ini, yaitu:
-Tidak mudah untuk membuat pengetahuan informal dan menyatakan pengetahuan tersebut ke dalam formal term yang diperlukan oleh notasi logika, khususnya ketika pengetahuan tersebut memiliki kepastian kurang dari 100%.
-Terdapat perbedaan besar antara dapat memecahkan masalah ‘dalam prinsip’ dan memecahkannya ‘dalam dunia nyata’.
d.     Acting rationally: the rational agents approach
Membuat inferensi yang logis merupakan bagian dari suatu rational agent. Hal ini disebabkan satu-satunya cara untuk melakukan aksi secara rasional adalah dengan menalar secara logis. Dengan menalar secara logis, maka bisa didapatkan kesimpulan bahwa aksi yang diberikan akan mencapai tujuan atau tidak. Jika mencapai tujuan, maka agent dapat melakukan aksi berdasarkan kesimpulan tersebut.
Kecerdasan buatan dapat juga didefiniskan alam berbagai sudut pandang, yaitu:
-         Sudut pandang kecerdasan: AI akan membuat mesin menjadi ‘cerdas’ (mampu berbuat seperti apa yang dilakukan oleh manusia).
-         Sudut pandang bisnis: AI adalah kumpulan peralatan yang sangat powerfull dan metodologis dalam menyelesaikan masalah-masalah bisnis.
-         Sudut pandang pemograman: AI meliputi studi tentang pemrograman simbolik, problem solving, dan searching.
-         Sudut pandang penelitian: AI adalah suatu studi bagaimana agar komputer dapat melakukan sesuatu sebaik yang dikerjakan manusia. Dominan yang sering dibahas oleh para peneliti meliputi:
a. Mundane task:
- Persepsi (vision dan speech)
- Bahasa alami (understanding,   generation,  dan translation)
        - Pemikiran yang bersikap commonsense
- Robot kontrol
b. Formal task:
- Permainan
- Matematika (geometri, logika, kalkulus integral, dan pembuktian
c. Expert task:
- Analisis finansial
 - Analisis medikal
 - Analisis ilmu pengetahuan
- Rekayasa (desain, pencarian kegagalan, perencanaan manufaktur)

Namun secara garis besar kecerdasan buatan didefinisikan sebagai salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar komputer dapat melakukan pekerjaa seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia.

Konsep AI, yaitu:
-       Basis pengetahuan (knowledge base): Berisi fakta-fakta, teori, pemikiran dan hubungan antara satu dengan lainnya.
-       Motor inferensi (inference engine) : Kemampuan menarik kesimpulan berdasarkan pengetahuan.

Bahasa pemrograman AI :
-         LISP,dikembangkan awal tahun 1950-an, bahasa pemrograman pertama yang diasosiasikan dengan AI.
-         PROLOG, dikembangkan pada tahun 1970-an.
-         Bahasa pemrograman berorientasi obyek (Object Oriented Programming (Objective C, C++, Smalltalk, dan Java)


*sumber:
- Kusumadewi, Sri, Artificial Intelligence (Teknik dan Aplikasinya),Graha Ilmu: Yogyakarta, 2003.
- Suyanto, Artificial Intelligense (Searching, Reasoning, Planning, and Learning), Informatika: Bandung, 2007.
- http://www.google.com


You Might Also Like

0 komentar